Beranda > rumah tangga > Kepemimpinan Laki-Laki Atas Wanita

Kepemimpinan Laki-Laki Atas Wanita

Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian harta mereka. sebab itu maka wanita yang shaleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka ditempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah maha Tinggi dan maha Besar”. (QS. An-Nisa’ :34).

bersambung

sumber:   Kiat-Kiat Istimewa Menuju Keluarga Sakinah

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

http://moslemsunnah.wordpress.com

Iklan
  1. 11 Februari 2012 pukul 2:34 AM

    makasih mas dah shared namabah wawasan dan pengetahuan

  2. 20 Februari 2012 pukul 5:21 PM

    kalau tentang “wanita tiang negara.. ” ada di ayat apa yah

  3. 5 Maret 2012 pukul 7:49 AM

    Terimakasih sharenya bagus sekali…

  4. 2 Mei 2012 pukul 3:14 PM

    artikel yang inspiratif…
    nice post kawan…

    Di tunggu kunjungannya yah..

  5. winky pinky
    15 Maret 2013 pukul 10:54 AM

    sesungguhnya allah mengetahui pa yg ada di dalam hati setiap hambanya ..yg di sembunyikan dan yg di keluarkan ..bla suami dan istri berusaha membenahi keadaan yg buruk menjadi lbh baik insyaallah allah memberi jalan keluar yg baik… Akhiran lbh baik dari awalan .

  6. 2 Maret 2017 pukul 6:28 PM

    “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka ditempat tidur mereka, dan pukullah mereka.”

    Banyaknya sekte dalam islam dan pandangan ahli agama yang beda-beda menunjukkan bahwa ayat dan hadits itu sangat abu-abu, bukan hitam putih, tergantung dari mana orang memandangnya, termasuk kata “pukul” itu. Orang-orang merasa claim-nya yang benar, semacam perpanjangan tangan tuhan. Ini menimbulkan pertikaian yang berkepanjangan sejak berabab-abad yang silam dan akan terus begini.

    • 25 April 2017 pukul 3:09 PM

      Pedoman Al-Quran dan As-Sunnah/hadits akan sangat jelas jika cara memahami keduanya adalah dengan cara generasi awal umat Islam ini yaitu Nabi dan para Shahabat. Perbedaan pendapat wajar akan terus ada sebagai tantangan bagi manusia dalam mencari kebenaran. Kehidupan ini adalah ujian, termasuk dalam hal mencari kebenaran. Jika seseorang ikhlash, tulus, bersungguh-sungguh, menempuh jalan yang benar maka pasti dia akan mendapatkan kebenaran.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: