Beranda > rumah tangga > Hak dan Kewajiban Suami Istri

Hak dan Kewajiban Suami Istri

Anjuran Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam untuk menikah mengandung berbagai manfaat. sebagaimana yang dijelaskan oleh para Ulama, dan diantara manfaat yang dapat kita petik adalah :

1. Dapat menundukan pandangan.
2. Akan menjaga kehormatan.
3. Terpeliharanya kemaluan (farji) dari berbagai kemaksiatan.
4. Akan di tolong dan di mudahkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala.
5. Dapat menjaga syahwat yang merupakan salah satu sebab dijaminnya ia untuk masuk kedalam Surga.
6. Mendatangkan ketenangan dalam hidup.
7. Akan terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah, Sebagaiman Firman Allah Ta’ala :

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Allah, ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri. supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. Dan dijadikannya diantara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (QS. Ar-Ruum :21)

8. Akan mendapatkan keturunan yang shalih.
9. Menikah dapat menjadi sebab peningkatan jumlah ummat Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.

Ada sebagian kaum muslimin yang telah menikah dan dikaruniai oleh Allah seorang anak atau dua orang anak, kemudian mereka membatasi kelahiran. tidak mau mempunyai anak lagi dengan berbagai alasan yang tidak syar’i. Perbuatan mereka telah melanggar syari’at islam. dan fatwa-fatwa ulama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah telah menjelaskan dengan tegas, bahwa membatasi kelahiran atau dengan istilah lainnya “Keluarga Berencana” (KB), hukumnya adalah haram. karena sesungguhnya banyak anak itu banyak manfaatnya, diantara manfaatnya adalah :

1. Di dunia mereka akan saling menolong dalam kebajikan.
2. Mereka akan membantu meringankan beban orang tuanya.
3. Do’a mereka akan menjadi amal yang bermanfaat ketika orang tuanya sudah tidak bisa lagi beramal (meninggal dunia).
4. Jika ditakdirkan oleh Allah Ta’ala anaknya meninggal ketika masih kecil, Insya Allah ia akan menjadi syafa’at (penolong) bagi orang tuanya nanti diakhirat.
5. Anak akan menjadi hijab (pemelihara) dirinya dengan api neraka, manakala orang tuanya mampu menjadikan anak-anaknya sebagai anak-anak yang shalih dan shalihah.
6. Dengan banyaknya anak, akan menjadikan salah satu sebab bagi kemenangan kaum muslimin ketika dikumandangkan “Jihad Fii Sabilillah”, karena jumlah ummat islam yang sangat banyak.

7. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bangga dengan jumlah ummatnya yang banyak. dan apabila seorang muslim cinta kepada Nabinya maka hendklah ia mengikuti Rasulullah untuk memperbanyak anak, karena beliau bangga dengan tingginya kuwantitas ummatnya pada hari kiamat nanti.

Bila Belum Dikaruniai Anak

Apabila ditakdirkan Allah Ta’ala, pasangan suami-isteri yang sudah menikah sekian lama, namun belum juga dikaruniai anak maka janganlah ia berputus asa dari Rahmat Allah Ta’ala hendaklah ia terus berdo’a sebagaimana Nabi Ibrahim Alaihis Sallam dan Nabi Zakaria Alaihis Sallamyang selalu berdo’a kepada Allah sampai akhirnya Allah mengabulkan do’a mereka, hendaknya bersabar dan ridho terhadap qadha dan qadar yang Allah tentukan. serta meyakini bahwa semua itu ada hikmahnya. diantara do’a memohon agar dikaruniai anak yang shalih dan shalihah adalah :

“Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang shalih”. (QS. As-Shaafat : 100)

“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Al-Furqaan : 74)

“Ya Rabbku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah waris yang paling baik”. (QS. Al-Anbiyaa : 89)

Mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan keturunan yang shalih dan shalihah kepada pasangan suami-isteri yang belum dikaruniai anak.

bersambung

sumber:   Kiat-Kiat Istimewa Menuju Keluarga Sakinah

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

http://moslemsunnah.wordpress.com

  1. fauzi
    12 Maret 2012 pukul 7:43 AM

    saya setuju sekali dengan banyak anak, tetapi kita juga harus melihat situasi dan kondisi
    banyak anak memang sanagat bagus ketika anak yang banyak itu berkualitas semua , bisa tercukupi pendidikanya , sosialnya , dan lain lain, tetapi ketika banyak anak dan malah tak terurus kehidupan si anak , malah bagus yang sedikit tetapi yang berkwalitas
    nb. mempunyai banyak anak yang berkwalitas tentu lebih baik dari pada punya anak sedikit juga berkwalitas, tetapi lebih baik punya anak sedikit berkwalitas dari pada punya anak buanyak tidak berkwalitas

  2. 10 Mei 2012 pukul 9:31 PM

    subhanalloh,ana juga sedang diuji ALLOH sdh hmpr 7thn berumahtangga blm dikaruniai seorang anak.Ya Alloh apa hikmah dr semua ini?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: