Beranda > pendidikan > yang tertulis yang terabaikan…

yang tertulis yang terabaikan…

 Sabtu, 2 Mei 2009, hari apakah ini? benarkah ini hari pendidikan nasional? Apa kata negara ini tentang pendidikan nasional?

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: …

b. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang;

BAB I,  KETENTUAN UMUM, Pasal 1, Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:

1. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pasal 3, Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

[Kutipan UU diatas adalah dari: (http://rumahilmuindonesia.net)%5D

Undang-undang telah menegaskan bahwa Pendidikan Nasional Indonesia berusaha mewujudkan dan bertujuan salah satunya adalah “Keimanan dan Ketaqwaan” dan itulah intinya, pokok, dan yang terpenting. Keimanan dan Ketaqwaan itulah yang seharusnya menjadi prioritas utama pendidikan nasional. Keimanan dan ketaqwaan telah mencakup seluruh kebaikan, dan akan menjadi jalan keluar dari seluruh kesusahan. Dan sebaliknya, semakin rendah tingkat keimanan dan ketaqwaan suatu bangsa, maka akan semakin jatuh dalam keterpurukan.

[H.M.Farid Nasution,MA (http://www.analisadaily.com) 2mei2009]:

Tingginya tingkat kriminalitas anak-anak dan remaja, menyebabkan jumlah mereka yang masuk penjara dewasa ini lebih dari satu juta orang (Harry Hikmat, Direktur Anak Depsos, Waspada, 11 Maret 2009). Dari 13 penjara yang pernah dikunjungi Meutia Hatta Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, mengatakan 80 persen penyebab mereka ditahan adalah karena pencabulan dan pelecehan seksual. Data di RSCM Jakarta, kekerasan seksual yang menimpa anak-anak usia dibawah 18 tahun sejak Juni 2000 hingga Juni 2005 mencapai 1200 kasus, pencabulan anak laki-laki 68 kasus. Korban umumnya dibawah usia 16 tahun, belum ngerti perilaku seksual.

Survei Yayasan Kita dan Buah Hati tahun 2005 terdapat lebih dari 80 persen anak usia 9-12 tahun di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Bekasi, telah mengakses situs porno. Kasus aborsi di Indonesia 2,2 juta tiap tahun atau setiap 15 detik seorang calon bayi di negeri ini meninggal dunia. Televisi juga mengancam sekitar 60 juta anak Indonesia.

Penelitian Yayasan Pengembangan Media Anak tahun 2002 di Jakarta menemukan anak-anak menghabiskan sekitar 30-35 jam di depan TV selama seminggu atau setahun 1560-1820 jam, angka ini jauh lebih besar dari jam belajar anak di SD yang tidak sampai 1000 jam setahun. Apa yang mereka tonton? Ya, tayangan yang menampilkan ketelanjangan dan ataupun yang mengesankan ketelanjangan. (S, No.08, 6Nopember 2008)

> [H.M.Farid Nasution,MA (http://www.analisadaily.com)%5D

Benarkah itu yang terjadi di negeri kita? sungguh percaya tidak percaya, ini sangat mengerikan. Sementara yang sering digembor-gemborkan saat ini justru pendidikan yang bersifat materi, harta, kekuasaan, kemewahan, kesombongan, hura-hura.

Kemana pendidikan nasional kita? Untuk kita jika kita peduli, jika kita telah menyadari betapa pentingnya keimanan dan ketaqwaan dibandingkan dengan limpahan harta dan kemewahan, taukah kita tentang hakekat keimanan dan ketaqwaan itu? Tentu, negara sungguh tau bahwa pendidikan sangat berpengaruh bagi tingkat keimanan dan ketaqwaan itu. Namun sungguh sayang, apa yang telah tertulis dalam perundangan seakan terabaikan oleh gemerlapnya dunia akhir zaman.

  1. 4 Mei 2011 pukul 10:13 PM

    Beginilah Potret pendidikan di negeri kita

  2. 5 Mei 2011 pukul 7:03 AM

    sebuah ironi tentang pendidikan di negeri ini
    perlu perhatian dan kesungguhan dari semua pihak
    utamanya: pemerintah harus menjadi teladan yang baik
    salam sukses..

    sedj

  3. 30 Juni 2011 pukul 10:30 AM

    blue suka membaca ini
    salam hangat dari blue

  4. alberthmaya
    31 Juli 2011 pukul 9:25 AM

    mantap.. . kunjungi balik ya hehe

  5. 3 Agustus 2011 pukul 1:27 PM

    sip, nice article🙂

  6. 24 November 2011 pukul 3:35 PM

    terima kasih atas penulisan artikel/informasi ini, semoga bermamfaat bagi kita semua,,, sukses milik semua orang, jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini, salam….

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: