Beranda > Keimanan > Keutamaan ‘Laa Ilaaha Illallah’

Keutamaan ‘Laa Ilaaha Illallah’

Disusun oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST Alhamdulillahi robbil ‘alamin. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad, wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Kalimat syahadat yaitu (laa ilaha illallah) sudah kita ketahui bersama. Namun, kebanyakan kita belum mengetahui bahwa kalimat yang satu ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. Itulah yang patut kita ketahui saat ini. Ingatlah bahwa kalimat ini bukanlah kalimat biasa-biasa saja. Marilah kita simak pembahasan berikut, semoga bermanfaat.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah dalam Kalimatul Ikhlas mengatakan,

Kalimat Tauhid (yaitu Laa Ilaha Illallah, pen) memiliki keutamaan yang sangat agung yang tidak mungkin bisa dihitung.”

Lalu beliau rahimahullah menyebutkan beberapa keutamaan kalimat yang mulia ini. Di antaranya:

Pertama, Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ merupakan harga surga

Suatu saat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendengar muadzin mengucapkan ’Asyhadu alla ilaha illallah’. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi,

« خَرَجْتَ مِنَ النَّارِ » ”Engkau terbebas dari neraka.”

(HR. Muslim no. 873)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ ”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga”

(HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)

Kedua, Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah kebaikan yang paling utama

Abu Dzar berkata,

قُلْتُ ياَ رَسُوْلَ اللهِ كَلِّمْنِي بِعَمَلٍ يُقَرِّبُنِي مِنَ الجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ، قَالَ إِذاَ عَمَلْتَ سَيِّئَةً فَاعْمَلْ حَسَنَةً فَإِنَّهَا عَشْرَ أَمْثَالِهَا، قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنَ الْحَسَنَاتِ ، قَالَ هِيَ أَحْسَنُ الحَسَنَاتِ وَهِيَ تَمْحُوْ الذُّنُوْبَ وَالْخَطَايَا

”Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka.” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal.” Lalu Abu Dzar berkata lagi, ”Wahai Rasulullah, apakah ’laa ilaha illallah’ merupakan kebaikan?” Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,”Kalimat itu (laa ilaha illallah, pen) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan.” (Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam tahqiq beliau terhadap Kalimatul Ikhlas, 55)

Ketiga, Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah dzikir yang paling utama

Hal ini sebagaimana terdapat pada hadits yang disandarkan kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam (hadits marfu’),

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ”Dzikir yang paling utama adalah bacaan ’laa ilaha illallah’.”

(Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam tahqiq beliau terhadap Kalimatul Ikhlas, 62)

Keempat, Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah amal yang paling utama, paling banyak ganjarannya, menyamai pahala memerdekakan budak dan merupakan pelindung dari gangguan setan

Sebagaimana terdapat dalam shohihain (Bukhari-Muslim) dari Abu Hurairoh radhiyallahu ’anhu, dari Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam, beliau bersabda,

« مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ . فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِىَ ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ ، إِلاَّ أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ » .

”Barangsiapa mengucapkan ’laa il aha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syay-in qodiir’ [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.”

(HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)

Kelima, Kalimat ‘Laa Ilaha Illallah’ adalah Kunci 8 Pintu Surga, orang yang mengucapkannya bisa masuk lewat pintu mana saja yang dia sukai

Dari ’Ubadah bin Shomit radhiyallahu ’anhu, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَابْنُ أَمَتِهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَأَنَّ الْجَنَّةَ حَقٌّ وَأَنَّ النَّارَ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ

”Barangsiapa mengucapkan ’saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa ’Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.”

(HR. Muslim no. 149)

[Lihat pembahasan keutamaan kalimat ‘laa ilaha illallah ini’ Kalimatul Ikhlas, Ibnu Rojab, 52-66. Sebagian dalil yang ada sengaja ditakhrij sendiri semampu kami]

Semoga kita dapat meraih keutamaan-keutamaan di atas. Semoga dengan kalimat inilah akhir hidup kita. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyiina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya Muhammad Abduh Tuasikal, ST

5 Keutamaan Kalimat Syahadat (Laa Ilaha Illallah)

  1. 28 Mei 2014 pukul 3:40 PM

    sungguh bikin jiwa ini bergetar . Subhanalloh

  2. 5 September 2014 pukul 2:45 AM

    KALIMAT TAUHID YANG BERMANFAAT BAGI YANG MENGUCAPKANNYA

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Tanya:
    Apakah setiap orang yang akhir hayatnya mengucapkan kalimat tauhid teranggap ahlu tauhid?.

    Jawab:
    Dilihat pada amalannya, Fir’aun sebelum meninggal mengucapkan keimanan dan mengucapkan kalimat tauhid, namun tidak bermanfaat baginya, sebagaimana Alloh Ta’ala terangkan di dalam Al-Qur’an pada surat Yunus,
    dan Alloh katakan tentangnya:

    وقد عصيت قبل وكنت من المفسدين

    “Dan sungguh kamu telah berma’siat dari sebelumnya, dan kamu adalah termasuk dari para pembuat kerusakan”.

    Begitu pula para teroris dan para pembuat kerusakan semisal Abdurrohman Muljam, walaupun pada awalnya dia adalah termasuk penghafal Al-Qur’an dan ‘alim, yang disenangi oleh Amirul Mu’minin Umar Ibnul Khoththob, hingga diutus ke Mesir, namun karena dia menghalalkan darah Amirul Mu’minin Ali bin Abi Tholib dan berhasil menghunuskan pedangnya kepada Ali hingga melangkahi jenazahnya, ketika dijatuhkan hukuman mati oleh Al-Hasan bin Ali, maka orang mufsid tersebut menyarankan untuk tidak membunuhnya dengan sekali bunuh, namun minta dibunuh sedikit demi sedikit, dipotong anggota-anggota tubuhnya dan dia dalam keadaan berdzikir dengan terus menerus, dia meminta untuk tidak memotong lisannya sehingga terus berdzikir sampai mati.
    Orang yang tidak memahami ini tentu akan kagum kepadanya.

    Begitu pula para penyembah kubur di zaman ini, mereka sujud ke kubur, memohon kepada penghuni kubur, lafazh-lafazh mereka ketika memohon disisihkan dengan kalimat-kalimat tauhid, namun tidaklah memberikan manfaat kalimat-kalimat tersebut, karena yang bermanfaat hanyalah:

    الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم. …

    “Orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampur keimanan mereka dengan kezholiman…..”.

    Jadi bukanlah ukuran seseorang dikatakan ahlu tauhid kalau dia mengucapkannya, akan tetapi dituntut untuk mewujudkan konsekwensi kalimat tauhid tersebut.

    Seseorang bermanfaat kalimat tauhid yang dia ucapkan bila keadaannya:

    1. Belum sampai kepadanya hujjah sama sekali, dan dia keadaannya seperti yang disebutkan dalam hadits:

    أدركنا آبائنا على هذه الكلمة: لا إله إلا الله فنحن نقولها

    “Kami mendapati bapak-bapak kami mengucapkan kalimat tidak ada sesembahan yang haq melainkan Alloh maka kamipun mengucapkannya”.
    Hudzaifah Ibnul Yaman berkata:

    تنجيهم من النار

    “Diselamatkan mereka dari neraka”. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad shohih.

    2. Belum sempat melaksanakan kewajiban-kewajiban, ya’ni baru masuk Islam, setelah mengucapkannya diapun mati, sebagaimana keadaan seorang remaja Yahudi, karena mentaati Rosul dengan sebab perintah bapaknya: “Taatilah Abul Qosim”, kalimat itupun bermanfaat baginya.
    Ini semisal dengan seseorang yang masuk Islam ketika di medan tempur, mengucapkan kalimat tauhid lalu maju bertempur hingga mati, maka kalimat tauhidnya bermanfaat baginya, Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam katakan tentangnya:

    عمله قليل وأجره كبير

    “Amalannya adalah sedikit dan balasan pahalanya adalah banyak”.

    3. Orang yang masuk Islam pada waktu sebelum diturunkannya kewajiban-kewajiban syari’at, mereka adalah para shohabat yang masuk Islam di awal-awal da’wah Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

    قولوا لا إله إلا الله تفلحوا

    “Ucapkanlah tidak ada sesembahan yang haq melainkan Alloh”.

    4. Siapa saja yang mengucapkannya sekaligus melaksanakan konsekwensinya, yang Alloh telah sifati mereka sebagaimana sifatnya termaktub di dalam surat Al-Fath:

    محمد رسول الله والذين معه…..

    “Muhammad adalah utusan Alloh, dan orang-orang yang bersamanya…….”.

    Dijawab oleh:
    Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy di Darul Hadits Baihan Sana’a pada tanggal 2 Dzulqo’dah 1435.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: