Beranda > SEPETIK CERITANYA > Mendaki Kebangkitan

Mendaki Kebangkitan

Lama sekali dia tak menulis ceritanya, tenggelam dalam lika-liku kehidupannya, walau blognya tetap diupdate dengan copas dari tulisan orang lain, memang begitulah isi blognya, banyak tulisan milik orang yang ia postingkan karena berbagai alasannya, dan semoga alasannya tetap dalam kebaikan.

Sebenarnya masih banyak hal yang ingin ia terbitkan di blognya, dari tulisan orang lain maupun dari buah pikirannya sendiri. Namun sempitnya kesempatan yang ia miliki dan berubah-ubahnya kondisi pribadinya membuat semuanya terhambat, termasuk kemajuan kehidupannya.

Kehidupan memang penuh lika-liku, ujian dan cobaan. Berbagai peristiwa kehidupan dapat sangat mempengaruhi kondisi pribadi seseorang, termasuk juga peristiwa di dunia maya. Kita berlindung kepada ALLAH dari berbagai fitnah kehidupan.

Seseorang merasa hancur hidupnya, ketika melihat dirinya tak berdaya, merasa tak berharga, sementara ia melihat orang lain begitu berharga. Ia melihat orang-orang di sekitarnya begitu semangat, begitu gigih berjuang, dengan segala kekurangan yang ada pada setiap diri manusia, mereka begitu tegar.

Ia melihat ramainya para pejuang sementara ia merasa dirinya sebagai pecundang. Ia melihat orang-orang begitu gagah dengan baju zirah dan senjatanya sedang berlari di jalan mereka masing-masing, sementara ia melihat dirinya hanya tergeletak penuh luka dan duka. Ia melihat orang lain sekuat permata, dan ia melihat dirinya serapuh kaca.

Ia terbaring memandang langit berharap turunkan hujan kesegaran. Tetesan air sedikit mengagetkannya, rupanya sedikit cipratan dari seseorang atau beberapa orang yang mungkin ia kenal.  Sayup-sayup terdengar ucapan mereka sepertinya mencoba menyadarkan, namun ia belum sadar sepenuhnya.

Ia mencoba bergerak menuju ke tempat yang ia lihat hujan di sana, dengan orang-orang yang meminum kesegarannya. Segarnya air dari orang-orang yang baik mulai membangunkan kesadaran. Ia mulai merangkak mencoba memakai kembali pakaian pelindungnya yang telah rusak, yang telah ia tinggalkan karena merasa berat memakainya.

Ia belajar memakainya kembali walau berat dan semoga baju pelindungnya itu menjadi baik, ia pun mengambil perisainya, dan berusaha kembali mengasah pedang dan anak panahnya, walau belum sempurna. Sepertinya ia kan melanjutkan perjalanan perjuangannya.

Tubuh bagian kanannya agaknya mulai pulih, walau bagian kirinya masih sangat tertatih, semoga dapat mulai kembali berlatih dan menjadi baik semuanya. Ia melihat pada puncak kebangkitan yang tak begitu jelas, ia ingin mendaki ke sana. Serangan musuh bukannya berhenti, hujan panah dan sabetan pedang terus menghadang, mencoba menjatuhkan kembali.

Kesendirian, berbagai kelemahan, dan susahnya medan jalan, telah dijadikannya alasan penyebab kekalahannya yang lalu, ia terpuruk lemas.  Sayup-sayup terlihat bayangan sesosok di atas sebuah bukit, menyeru penuh semangat, mengatakan bahwa alasannya itu telah banyak menimpa orang yang namun mereka tetap berjuang, bahwa ia tak sendiri, lihatlah para pahlawan yang dapat dijadikan teladan.

Ia pun kembali memandang tujuan, memperkuat niat dan semangat, tekad dan motivasi. Harapan kemenangan wajar membutuhkan pengorbanan, mulai sisihkan bayangan angan, walau tadinya dimaksudkan tuk kuatkan daya jalan. Namun memang dunia seharusnya tak didepankan, tetap berharap tapi harus  mementingkan Inti Perjuangan.

Ia kan berusaha mendaki puncak itu, dengan kembali menguatkan diri, mengumpulkan bekal, meneladani kebaikan teman, walau ia melihat rintangan begitu berat, serasa takkan sanggup lagi bertahan dan khawatir kan terjatuh lagi. Namun ia melihat cahaya, serahkan pada Sang Pemilik, sambil tetap berusaha, dan terus memohon pertolongan dari Yang Maha Kuasa.

“Ya Allah, dengan ilmu-Mu atas yang gaib dan dengan kemahakuasaanMu atas seluruh makhluk, sesungguhnya aku mohon kepadaMu agar aku takut kepadaMu dalam keadaan sembunyi (sepi) atau ramai. Aku mohon kepadaMu, agar dapat berpegang dengan kalimat hak di waktu rela atau marah. Aku minta kepadaMu, agar aku bisa melaksanakan kesederhanaan dalam keadaan kaya atau fakir, aku mohon kepadaMu agar diberi nikmat yang tidak habis dan aku minta kepadaMu, agar diberi penyejuk mata yang tak putus. Aku mohon kepadaMu agar aku dapat rela setelah qadhaMu (turun pada kehidupanku). Aku mohon kepadaMu kehidupan yang menyenangkan setelah aku meninggal dunia. Aku mohon kepadaMu kenikmatan memandang wajahMu (di Surga), rindu bertemu denganMu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan keimanan dan jadikanlah kami sebagai penunjuk jalan (lurus) yang memperoleh bimbingan dariMu.”

“Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).”

“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diri-Mu dalam ilmu ghaib di sisi-Mu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya.”

—————–

  1. 10 Februari 2010 pukul 8:04 AM

    Inilah bukti kreatifitas seorang blogger sejati…
    Bagaimana suatu keterpurukan bisa menjadi cambuk bagi dirinya untuk bangkit, yang kemudian membagikan setitik semangat yang ada kepada pembacanya dengan cara membuat tulisan yang menentramkan🙂

    “Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

    Amiinn…🙂

    Dan: …… Terima kasih Ka, aamiin ……

  2. 10 Februari 2010 pukul 8:06 AM

    Dan disinipun si aki tidak bersahabat denganku😦

    Dan: …… Si Aki ? ……

  3. 10 Februari 2010 pukul 10:11 AM

    Allah selalu menjawab doa-doa hambanya yang sungguh-sungguh

    Dan: …… Terima kasih Pak ……

  4. darahbiroe
    10 Februari 2010 pukul 10:53 AM

    ijin mengamankan posisi keduaxx

    Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya

    sungguh sangat dalam maksud n artina

    Dan: …… Terima kasih Mas, sepertinya rajin berkunjung kemari yah, tapi tadi ada yang gak terlihat, jadi ternyata bukan kedua..🙂
    do’a-do’a di atas memang terjemahan dari hadits jadi dalam maknanya……

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih😀

  5. tary Ayk
    10 Februari 2010 pukul 12:53 PM

    salam Mas Dan, setelah lama saya menantikan siraman rohani dari postingan mas dan, akhirnya dlm kunjungan kali ini saya kembali bisa menikmati tulisan2 dari Mas dan. semoga Mas Dan selalu dlm kebaikan Allah.
    salam.

    Dan: ……wa’alaikissalaam wa rohmatullaah… Terima kasih De Tary, selalu menyempatkan tuk menjengukku,
    aamiin, terima kasih De Tary, semoga ALLAH juga selalu memberikan kebaikan pada De Tary. wa’alaikissalaam wa rohmatullaah……..

  6. 16 Februari 2010 pukul 1:26 PM

    Semangat ya pak!! ^_^/

    Dan: terima kasih nak..🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: