Beranda > SEPETIK CERITANYA > Tahun Baru, Pesta, Musibah, Manusia

Tahun Baru, Pesta, Musibah, Manusia

Tahun Baru, Pesta, Musibah, Manusia

Tahun Baru sering dirayakan oleh manusia dengan suka cita, pesta pora, atau renungan dan harapan. Seakan perayaan tahun baru menjadi sebuah ritual ibadah agama yang dilakukan dengan penuh hikmat, bahkan mungkin lebih hikmat daripada ritual ibadah sebenarnya seseorang.

Ketika sebagian manusia merayakannya dengan pesta, sebagian manusia yang lain sedang merasakan penderitaan, musibah, kematian, kesengsaraan, kepedihan dan ketakutan. Di berbagai belahan dunia terjadi bencana, peperangan, konflik dan berbagai kejadian yang tidak menyenangkan bagi manusia, sangat kontras dengan pesta, sungguh ironis.

Setiap harinya, ada banyak sekali orang yang meninggal, atau tertimpa musibah dan kesusahan dan mungkin akan tiba giliran kita. Bagi banyak orang mungkin itu tidak jadi perhatian, namun bagi sebagian orang, itu cukup menjadi alasan mengapa mereka tidak suka pesta, termasuk perayaan tahun baru.

Sungguh menyedihkan melihat ironi ini, banyak manusia bersenang-senang menari-nari di atas penderitaan orang lain. Jadi jangan salahkan orang-orang yang tak merayakan tahun baru, atau orang-orang yang tak suka pesta, tak tega untuk bersenang-senang, tak peduli dengan ulang tahun, dan menghindar dari hura-hura, konser musik, diskotik dan sebagainya.

Apakah Anda menganggap pendapat saya ini aneh, mengada-ada atau sok suci? mungkin Anda benar, padahal saya manusia biasa seperti Anda, saya juga banyak salahnya, mungkin saya jauh lebih hina dan tak pantas menasehati Anda, karena itu saya mohon maaf, dan doakanlah saya agar diampuni dosa-dosa saya.

Saya tidak akan merayakan Tahun Baru ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ini bukan hari raya saya, dan saya memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa saya. Semoga Allah selalu memberi kita hidayah-Nya.

  1. dan
    2 Januari 2010 pukul 7:10 PM

    Terima kasih semuanya atas kunjungan dan komentarnya. Dan terima kasih untuk yang setuju dan mendukung. Untuk yang tetap mengucapkan mungkin belum paham atau mungkin sudah tau tapi tetap ingin menyebarkannya. Semoga saja diketahui bahwa ada orang-orang yang tidak mau merayakannya termasuk sekedar saling mengucapkan selamat tentangnya kemudian setelah mengetahui disertai menghormati dengan tidak melakukannya kepada orang-orang tersebut. Semoga Allah memberi kita hidayah-Nya.

  2. 2 Januari 2010 pukul 10:15 PM

    ketika di luar rumah begitu semarak dengan sorak dan ledakan-ledakan dasyat (kembang api),,, saya mah asyik aja ngeblog,,, ngoprek theme😀

  3. 2 Januari 2010 pukul 10:17 PM

    eh,, kelupaan..:D😀

    Salam Hangat Selalu
    dari:
    AbulaMedia.com

  4. 3 Januari 2010 pukul 5:31 AM

    Semoga istiqomah mas dan, patut dicontoh dan ditiru.

  5. 3 Januari 2010 pukul 8:46 AM

    Selamat pagi & pisssss
    Sukses selalu sob!

  6. anwar
    5 Januari 2010 pukul 9:44 AM

    Tahun baru ngga usah dirayain juga ngga apa-apa nggga dosa kok,ngga ada perintah, yang ada bagaimana kita stiap hari berzikir, tafakur

  7. 9 Januari 2010 pukul 8:36 AM

    Nice Post mas danang…
    Melakukan perenungan jauh lebih baik dari hal2 yang tidak bermanfaat…
    semoga banyak yang tercerahkan…

    terima kasih ya…

  8. 2 Desember 2010 pukul 10:32 AM

    semoga tahun baru ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya

    Dan : .. amin ..

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: