Beranda > Dzikir dan Do'a > Di antara Orang-Orang yang Dikabulkan Do’anya

Di antara Orang-Orang yang Dikabulkan Do’anya

Banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan kesempatan untuk bedoa, padahal boleh jadi seseorang itu tergolong yang mustajab doanya tetapi kesempatan baik itu banyak disia-siakan. Maka seharusnya setiap muslim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdoa sebanyak mungkin baik memohon sesuatu yang berhubungan dengan dunia atau akhirat.

Di antara orang-orang yang doanya mustajab.

[1]. Doa Seorang Muslim Terhadap Saudaranya Dari Tempat yang Jauh

Dari Abu Darda’ bahwa dia berkata bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tidaklah seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak di hadapannya, maka malaikat yang ditugaskan kepadanya berkata : “Amin, dan bagimu seperti yang kau doakan”.

[Shahih Muslim, kitab Doa wa Dzikir bab Fadli Doa fi Dahril Ghalib].

Imam An-Nawawi berkata bahwa hadits di atas menjelaskan tentang keutamaan seorang muslim mendoakan saudaranya dari tempat yang jauh, jika seandainya dia mendoakan sejumlah atau sekelompok umat Islam, maka tetap mendapatkan keutamaan tersebut. Oleh sebab itu sebagian ulama salaf tatkala berdoa untuk diri sendiri dia menyertakan saudaranya dalam doa tersebut, karena disamping terkabul dia akan mendapatkan sesuatu semisalnya. [Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi 17/49]

[2]. Orang yang Memperbanyak Berdoa Pada Saat Lapang dan Bahagia

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya :Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang”.

[Sunan At-Tirmidzi, kitab Da’awaat bab Da’watil Muslim Mustajabah 12/274. Hakim dalam Mustadrak. Dishahihkan oleh Imam Dzahabi 1/544. Dan di hasankan oleh Al-Albani No. 2693].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa makna hadits di atas adalah hendaknya seseorang memperbanyak doa pada saat sehat, kecukupan dan selamat dari cobaan, sebab ciri seorang mukmin adalah selalu dalam keadaan siaga sebelum membidikkan panah. Maka sangat baik jika seorang mukmin selalu berdoa kepada Allah sebelum datang bencana berbeda dengan orang kafir dan zhalim sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya ; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu”.

[Az-Zumar : 8].

Dan firman Allah.

“Artinya : Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya”.

[Yunus : 12. Mir’atul Mafatih 7/360]

Wahai orang yang ingin dikabulkan doanya, perbanyaklah berdoa pada waktu lapang agar doa Anda dikabulkan pada saat lapang dan sempit.

——————————————-

[dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 168-174, terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin, Lc]

  1. Sahabat
    15 Oktober 2009 pukul 8:07 AM

    Doa adalah afirmasi akan hal yang kita inginkan untuk datang/menjadi nyata.
    Kita sering terjebak dalam ber”doa” dalam artian yang sempit, yaitu merangkai kalimat indah, lalu kita panjatkan kepada Tuhan. Kalimatnya berupa permohonan “bibir” bukan permohonan “hati”.
    Doa akan terkabul atau tidak tergantung pada “keyakinan” kita. Keyakinan dapat diukur dengan visualisasi perbuatan kita, perbuatan kita akan mencerminkan doa kita.
    Jadi doa yang didasari oleh rasionalitas yang mengacu pada kepentingan ego, adalah doa yang “aneh”.

    Aku menyebutnya sebagai “goal praying”,
    karena semua orang dengan cita-citanya sudah melakukan doa.

    Sebagai orang beriman, cita-cita kita bingkai dalam bentuk doa. Dalam perjalanan menuju cita-cita kita sudah seharusnya menggunakan iman (keyakinan/percaya padaNya).
    Iman adalah Nur Ilahi, yang akan menerangi perjalanan menuju cita-cita.

    Ada tiga hal yang penting dalam doa,
    meminta, percaya, menerima. Meminta perkara mudah, tapi percaya dan menerima ini yang butuh renungan dalam.
    Percaya adalah yakin, ukur saja dengan laku kita, sudahkan kita merefleksikan dalam perbuatan kita bahwa Tuhan maha baik dan percaya akan kebaikanNya. Bahwa Tuhan tidak pernah menghukum manusia sejahat apapun dia. Hukuman hanya ada karena alasan rasional manusia.Refleksikan kebaikan Tuhan dalam perbuatan kita, itu adalah bentuk kita yakin pada Tuhan.
    Tuhan tidak pernah menunda permohonan doa kita. Kitalah yang menunda untuk menerimanya karena alasan rasional.

    Ada orang yang menganggap Tuhan seperti manusia menimbang, mengukur, membenci, marah…..
    Tuhan Maha Baik. Refleksikan nilai ke-Tuhan-an yang baik adanya dalam perbuatan.

    Kebahagian sejati adalah yang membuat orang lain ikut bahagia.
    Kebahagiaan bukan kompetisi yang melahirkan pemenang dan yang kalah.
    Doa orang yang berbahagia_lah yang akan terkabul.

    “Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang”.
    “Lapang” di sini maksudnya “HAPPY FOR ANY REASON, WHAT EVER IT IS”
    Saklar untuk happy ada di hati kita sendiri, dan hanya kita sendiri yang mampu menyalakan, bukan dari luar kita. Yang ada di luar kita hanya cermin untuk melihat diri kita.

    Be Positive

    >>>>> jawab: ..hmm.. mgkn ringkasannya bgini yah.. berdoa, berusaha, tawakkal, syukur, sabar, berbaik sangka kepada Allah, berpikir dan berbuat baik.

  2. 15 Oktober 2009 pukul 9:52 PM

    Terkadang lupa tuk mendo’akan saudara yang jauh…

    Setuju dengan ringkasan komen diatas…🙂

    >>>>> jawab: benar, kita memang sering lupa…
    terima kasih…🙂

  3. 16 Oktober 2009 pukul 10:10 PM

    Bermanfaat banget….
    Mudah-mudahan do’a saya segera terkabul. AMin!

    >>>>> jawab: alhamdulillaah… berdoa agar doanya terkabul…🙂 aamiin…

  4. nidauljannah
    16 Oktober 2009 pukul 10:19 PM

    Assalamu’alaikum
    tulisan yang bagus akh. mudah2an Allah mengijabahi do’a kita semua Amiin…

    >>>>> jawab: wa ‘alaikumussalaam wa rohmatullaah. Terima kasih, walau itu kutipan. Semoga bisa bermanfaat. Aamiin.

  5. 21 Oktober 2009 pukul 5:05 PM

    subhanallah, bagus sekali sharingnya mas danang..
    perbanyaklah berdoa pada waktu lapang agar doa kita dikabulkan pada saat lapang dan sempit, karena Allah adalah Yang Maha Mengabulkan setiap permintaan hambaNYA.

    >>>>> jawab: trimakasih ya..🙂 smoga kita bisa mengamalkannya… aamiin.

  6. 21 Oktober 2009 pukul 6:28 PM

    no komen…

    salam knal ajah deh…

    gk ada kata2 untuk mengomentari tlisan ini…

    kerennn

    >>>>> jawab: trimakasih ..🙂 salam kenal juga.. memang tidak harus dikomentari, yg penting bisa bermanfaat… aamiin.

  7. 26 Oktober 2009 pukul 1:55 PM

    lama tak berkunjung nih saya…
    nice post, mas…😀

    >>>>> jawab: …iya.. lagi sibuk ya? semoga ga bosen-bosen deh ke sini…

  8. pondokhati
    30 Oktober 2009 pukul 7:59 PM

    semoga doa kita semua dikabulkan oleh Allah untuk kebaikan… ^_^V

    >>>>> jawab: ..aamiin.. kita memang ingin kebaikan..🙂

  9. irmen shahabatmu
    9 November 2009 pukul 10:21 AM

    Afwan nich mas baru buka tulisan antum,,, Bagus……..
    doa adalah inti dari segala ibadah. dan barang siapa yang tidak pernah berdoa, dia orang yang sombong.

    >>>>> jawab: .. semoga kita sering berdoa ..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: