Beranda > Indahnya Islam > Para Imigran Non-Muslim Memeluk Islam di Arab Saudi pada Bulan Ramadhan kemarin.

Para Imigran Non-Muslim Memeluk Islam di Arab Saudi pada Bulan Ramadhan kemarin.

Selasa, 08 September 09

Beberapa Islamic Center di berbagai penjuru Arab Saudi membuka pintu-pintunya setiap hari untuk menerima dan menyambut para pekerja imigran non-Muslim yang ingin memeluk agama yang paling cepat penyeberannya di dunia ini (Islam).

Meja-Meja hidangan berbuka puasa di bulan Ramadhan di tenda-tenda (kamp) yang begitu banyak milik organisasi-organisasi Islam Kerajaan Saudi yang dihadiri oleh ribuan pekerja imigran menjadi sumber inspirasi bagi ratusan pekerja ini, khususnya orang-orang Filipina untuk memeluk/ masuk agama Islam

Dan sebanyak 200 orang dari berbagai macam ras/ negara masuk ke dalam Islam setiap bulannya di Kantor Kerjasama untuk Dakwah dan Penyuluhan Masyarakat di Batha ibukota Saudi Riyadh

Syeikh Nuh al-Qarin direktur kantor menyatakan, “Puji dan syukur bagi Allah Ta’ala, berkisar antara 180 sampai dengan 200 orang yang masuk Islam setiap bulan –alhamdulillah- dari berbegai ras dan Negara yang berbeda”. “Faktor terbesar yang menyebabkan masuknya mereka ke dalam Islam adalah keyakinan terhadap Keesaan Allah Ta’ala dan MengEsakannya dalam beribadah”, tambahnya.

Al-Qarin hijrah dari Filipina ke Arab Saudi kurang lebih sudah 20 tahun. Dia adalah salah satu da’I non-Arab di Kerajaan Saudi. Dia Bekerja di Rumah sakit Universitas Malik Abdul Aziz dan telah menghabiskan sebagian besar waktu luangnya untuk mengenalkan agama Islam kepada anggota masyarakat Filipina di Riyadh.

Al-Qarin menghimbau kepada sekelompok orang yang baru memeluk Islam (para muallaf) untuk melaksanakan shalat Jumat setiap hari jum’at.

Syekh mengatakan bahwa yang paling sulit dan memakan waktu yang banyak adalah mengajarkan secara detil tentang perkara aqidah, ibadah dan Syari’at-syari’at Islam kepada orang-orang yang baru memeluk Islam (para muallaf).

Kantor Kerjasama untuk urusan dakwah dan Penyuluhan masyarakat di Batha di bawah pengawasan pemerintah Saudi merupakan Islamic Center tertua dan paling aktif. Kantor tersebut bekerja melalui sejumlah kamp di wilayah-wilayah yang mayoritas penduduknya adalah para pekerja dari Negara-negara Asia dan termasuk para da’I yang tugas utama mereka adalah membantu orang-orang yang ingin dan baru masuk Islam

Ada 18 Islamic Center yang serupa di bawah Kantor Kerjasama untuk urusan dakwah dan Penyuluhan masyarakat di Batha di seluruh penjuru Ibu kota Saudi dan lebih dari 215 Islamic Center yang serupa di seluruh penjuru Kerajaan.

Kantor Kerjasama untuk urusan dakwah dan Penyuluhan masyarakat di Batha menyediakan hidangan buka puasa bersama setiap harinya di bulan Ramadan untuk 5000 lebih orang yang berpuasa. Juga menyelenggarakan kuliah gratis dan perjalanan untuk melakukan umrah dua kali dalam setahun.

Beberapa Komentar yang beraneka ragam datang dari para muallaf setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Seorang muslim Filipina yang bernama Edsel Majlientean mengaku bahwa setelah dirinya mengumumkan masuk ke dalam Islam seraya berkata, “Aku merasa seperti anak yang baru lahir. Sebuah kehidupan baru .. hidup baru.. Sekarang saya akan memulai kehidupan baru sebagai seorang Muslim.. Bahagia.. Saya sangat bahagia..”

Sementara seorang warga filiphina lainnya setelah mengucapkan dua kalimat syahadat berkata, bahwasanya ia akan lebih memprioritaskan melaksanakan shalat wajib lima waktu dalam sehari. Di mana ia tidak pernah mengerjakannya sebelum masuk Islam kecuali hanya beberapa kali dalam setahun sebelum masuk Islam.

Seorang Muslim Filipina Muhammad berkata, “Ketika saya masih beragama Kristen, saya pergi ke gereja tiga atau lima kali setahun. Tetapi aku mengetahui bahwa shalat dalam Islam lima kali sehari. Saya mengerjakan shalat -alhamdulillah- dan karena itulah saya masuk ke dalam Islam. Jadi saya sedang butuh dengan semangat Islam dan melakukan amal-amal shalih yang mendatang keridhaan Allah”.

Sebagian orang menyatakan, bahwa bulan Ramadan menginspirasikan kepada mereka untuk memeluk Islam. Seorang muslim Filipina bernama Omar berkata, “Perasaan saya sangat senang sekali, karena kita dapat berbuka puasa bersama. Ketika saya berbuka puasa sendiri, saya tidak merasakan kegembiraan, karena aku ingin bertemu saudara-saudara yang baru memeluk Islam. “

Warga Arab Saudi menerima para pekerja yang mayoritas orang-orang Filipina di Timur Tengah. Di dalam Kerajaan Saudi saja terdapat 200 ribu warga Filipina pada tahun 2007. Diperkirakan bahwa jumlah pekerja imigran dari Filipina di Arab Saudi, sekitar 800 ribu orang.

Kantor Kerjasama untuk urusan dakwah dan Penyuluhan masyarakat di Batha memberikan motivasi kepada para muallaf (orang-orang yang baru memeluk Islam) untuk berdisiplin dan tekun dalam mempelajari pelajaran-pelajaran agama Islam

Seorang da’I Filipina bernama Syeikh Abdul Qadir berkata, “Kita akan mengajarkan mereka hal-hal dasar/ prinsip di dalam Islam, yakni: Tauhid, Hadits, al-Qur’an dan Fiqih, serta perkara-perkara penting lainnya.”(istod/an)

http://alsofwah.or.id

  1. 2 Oktober 2009 pukul 10:04 AM

    mantafff

    >>>>> jawab: alhamdulillaah…

  2. Ri Aja
    23 April 2010 pukul 9:33 AM

    alhamdulillah beragama islam itu indah . . .

    Dan : .. benar, kalau dipahami dilaksanakan dengan benar..🙂 subhanallaah..

  3. al'hadad
    24 Oktober 2012 pukul 10:49 AM

    alhamdulillahirobbil alamin

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: