Beranda > Keimanan > Bagaimana Manusia Mengenal Tuhannya

Bagaimana Manusia Mengenal Tuhannya

Dalam kehidupan di dunia ini apakah kita dapat mengetahui sendiri arti hidup yang sebenarnya? Mungkin seseorang ketika telah merasakan semua kenikmatan dunia kemudian menemukan kebahagiaan membantu orang lain, atau seseorang yang sedang ditimpa berbagai masalah dan merasa tak ada jalan keluar kemudian ia berdoa dan dikabulkan maka ia yakin pada Tuhan.

Ya, kecenderungan manusia terhadap kebaikan, terkabulnya doa, atau keindahan, keteraturan, keseimbangan, dan keajaiban alam mungkin bisa membawa manusia meyakini adanya Tuhan dan lebih memahami arti hidup. Namun apakah manusia dengan sendirinya dapat mengenal Tuhan Yang Maha Kuasa dengan sebenarnya?

Jika kita melihat kenyataan dan sejarah tentu kita bisa menjawab tidak, karena manusia saling berbeda pendapat tentang Tuhan bahkan saling bertentangan. Artinya terdapat kesalahan pada manusia yang mencoba sendiri mengenal Tuhan karena terbatasnya kemampuan dan cara yang hanya berprasangka tanpa ada bukti yang kuat atau hanya mengikuti tradisi yang sudah mengakar.

Dalam ajaran islam, seorang muslim akan mengetahui bahwa Tuhanlah yang mengenalkan DiriNya pada manusia dengan mewahyukan kepada para manusia pilihan-Nya yaitu para nabi dan rosul. Allah berfirman yang artinya:

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna (nama-nama yang paling baik). Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(terjemah Al Qur an, surat Al Hasyr (59), ayat 22-24)

Tuhan telah memperkenalkan Diri-Nya pada manusia bahwa hanya Dialah yang menciptakan alam semesta, tiada tuhan yang lain selain-Nya. Nama-Nya adalah Allah, itulah Nama yang benar bagi Pencipta alam semesta, Nama yang Dia kenalkan pada para nabi-Nya, dari nabi Adam, Ibrohim, Musa, Isa dan nabi-nabi yang lain sampai nabi Muhammad -alaihimu ssholatu wassalam-.

Allah juga mengenalkan Nama-Nama-Nya yang lain yang juga merupakan Sifat-Sifat-Nya. Dalam Al Quran terdapat sekitar 100 Nama-Nama yang paling baik bagi Allah sehingga kita bisa mengenal-Nya.

Maka jika kita ditanya: Siapakah Tuhan mu? Kita bisa menjawab: Tuhan ku adalah Allah yang telah menciptakan dan memelihara diriku dan alam semesta ini dengan segala ni’mat yang dikaruniakan-Nya, hanya Dialah yang kusembah karena tiada yang berhak disembah selain Dia.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (terjemah al-Quran surat al-Fatihah ayat 2)

Semua yang ada selain Allah disebut alam, dan kita termasuk bagian dari semesta alam ini.

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,(21).

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah*, padahal kamu mengetahui.(22)

[terjemah Surat Al Baqoroh]

*. Sekutu-sekutu: ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.

Jadi Tuhan semesta alam adalah Allah, Dialah Yang menciptakan dan memeliharanya, Yang memiliki dan menguasai, Yang mengatur dan menjaga, Yang melindungi dan memberi rizqi. Dialah satu-satunya yang berkuasa penuh atas alam ini, tidak ada yang bisa melemahkan atau mengalahkan-Nya. Maka Dialah satu-satunya yang berhak dan pantas untuk disembah / diibadahi.

Di antara contoh bentuk penyembahan dan ibadah adalah Do’a memohon rizqi, keselamatan, perlindungan, pertolongan, keberkahan, kemenangan, keberhasilan, dll; berkurban menyembelih binatang; sholat, ruku, sujud; dsb. Semua bentuk penyembahan dan ibadah tersebut hanya pantas ditujukan pada Allah saja, bukan pada malaikat, sekalipun yang terdekat dengan Allah, bukan pula pada para nabi dan rosul yang telah terpilih, atau para orang sholeh / wali atau makhluk yang lain.

Hanya Allah-lah yang Maha Mendengar dan yang mampu mengabulkan do’a-do’a tersebut. Allah tidak butuh perantara dalam menerima ibadah dari makhluk-Nya, Dia Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang dan Maha Penerima taubat, terhadap makhluk-Nya.

Kita dapat lebih mengenal Allah dengan mempelajari Nama-Nama dan Sifat-Sifat-Nya yang telah dikabarkan melalui rosul-Nya dalam Al-Quran dan Al-Hadits yang shohih dengan pemahaman yang benar yakni pemahaman rosul dan para sahabat beliau yang telah dijamin oleh Allah sebagai pedoman bagi generasi berikutnya. Bagaikan bulan dan bintang-bintang yang diciptakan sebagai penerang dan petunjuk arah dan waktu bagi manusia.

Dengan kita mengenal Tuhan kita, akan dapat lebih memahami arti hidup kita sehingga akan membuat kita lebih tenang, tentram dan bahagia serta lebih benar dalam menjalani hidup kita.

  1. 13 Januari 2009 pukul 7:17 AM

    Owh..

    Jadi begitu ya..

    Alhamdulillah bisa tambah ilmu..

    >>>>>jawab: ……Terima kasih atas komentarnya, semoga bermanfaat.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: