Beranda > Hari Raya & Bulan2/Waktu2 Utama > Yang Hendak Berkurban Dilarang Potong Rambut dan Kuku

Yang Hendak Berkurban Dilarang Potong Rambut dan Kuku

Yang Hendak Berqurban Dilarang Potong Rambut dan Kuku

Postingan kemarin ada komentar yang mengingatkan larangan ini, jadi postingan ini untuk menekankan saja. Terima kasih untuk yang telah mengingatkan.

Barang siapa hendak berqurban, tidak diperbolehkan bagi dia memotong rambut dan kukunya sedikitpun, setelah masuk tanggal 1 Dzulhijjah hingga shalat Ied.

Dalilnya: “Dari Ummu Salamah, bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda (artinya):

Apabila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian hendak menyembelih, maka hendaknya dia menahan (yakni tidak memotong, pent) rambut dan kukunya.

(HR. Muslim No.1977).

Imam Nawawi berkata: “Maksud larangan tersebut adalah dilarang memotong kuku dengan gunting dan semacamnya, memotong rambut; baik gundul, memendekkan rambut, mencabutnya, membakarnya atau selain itu. Dan termasuk dalam hal ini, memotong bulu ketiak, kumis, kemaluan dan bulu lainnya yang ada di badan. ” (Syarah Muslim 13/138).

Berkata Ibnu Qudamah: “Siapa yang melanggar larangan tersebut hendaknya minta ampun kepada Allah dan tidak ada fidyah(tebusan) baginya, baik dilakukan sengaja atau lupa (Al-Mughni 11/96).”

Dari keterangan di atas maka larangan tersebut menunjukkan haram. Demikian pendapat Said bin Musayyib, Rabiah, Ahmad, Ishaq, Daud dan sebagian Madzhab Syafiiyah. Dan hal itu dikuatkan oleh Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Authar juz 5 hal. 112 dan Syaikh Ali Hasan dalam Ahkamul iedain hal.74).

Yang dilarang untuk dipotong kuku dan rambutnya di sini adalah orang yang hendak qurban bukan hewan qurbannya.

Apakah larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga ataukah berlaku juga untuk anggota keluarga shohibul qurban?

Jawab: Larangan ini hanya berlaku untuk kepala keluarga (shohibul qurban) dan tidak berlaku bagi anggota keluarganya. Karena 2 alasan:

  • Dlahir hadis menunjukkan bahwa larangan ini hanya berlaku untuk yang mau berqurban.
  • Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berqurban untuk dirinya dan keluarganya. Namun belum ditemukan riwayat bahwasanya beliau menyuruh anggota keluarganya untuk tidak memotong kuku maupun rambutnya. (Syarhul Mumti’ 7/529)
Sumber:
Tuntunan Iedul Qurban  -oleh : Azhari bin Muhammad Asri
Fiqih Qurban Penulis: Ammi Nur Baits  -Artikel www.muslim.or.id
Artikel http://rumaysho.com -  Muhammad Abduh Tuasikal

About these ads
  1. 23 Juli 2014 pukul 3:14 PM

    What a material of un-ambiguity and preserveness oof valuable knowledge regarding unpredicted feelings.

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: