Beranda > sejarah > Hari Pahlawan, Sejarahnya, Pidato Bung Tomo, dan Zaman ini

Hari Pahlawan, Sejarahnya, Pidato Bung Tomo, dan Zaman ini

war

Hari Pahlawan, Sejarahnya, Pidato Bung Tomo, dan Zaman ini.

Mungkin butuh waktu untuk memahami kembali tentang hari pahlawan. Ada beberapa pertanyaan di benak, mengapa 10 November, bagaimana sejarah peristiwanya, kemudian tentang makna kata pahlawan itu sendiri, lalu tentang peringatannya dan maknanya dalam kehidupan sekarang. Saya pun menilik mesin pencari berharap dapat memberi cukup gambaran.

Tak lepas dari sejarah panjang bangsa Indonesia, penguasaan negeri ini oleh Bangsa Belanda dengan penuh kekerasan selama tiga ratusan tahun tentu membawa luka yang tak ringan. Rangkaian kejadian besar dialami bangsa ini pada tahun1945 setelah lama hidup tertindas hingga akhirnya sampai pada peristiwa besar perang melawan Belanda dan Inggris pada tanggal 10 November 1945.

Berdasar dari sumber wikipedia, urutan kejadian yang berkaitan adalah diawali dengan masuknya tentara Jepang ke Indonesia. Pada 1 Maret 1942, tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian, tepatnya, 8 Maret, pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan perjanjian Kalidjati. Sejak itulah, Indonesia diduduki oleh Jepang.

Tiga tahun kemudian, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Mengisi kekosongan tersebut, Indonesia kemudian memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.

Rakyat dan para pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar, tanggal 15 September 1945, tentara Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya pada 25 Oktober.

Tentara Inggris didatangkan ke Indonesia atas keputusan dan atas nama Sekutu, dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang, membebaskan para tawanan yang ditahan Jepang, serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Tetapi, selain itu, tentara Inggris juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada pemerintah Belanda sebagai jajahannya. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris.

Rakyat Indonesia yang telah merasa merdeka setelah diproklamirkannya kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 merasa tidak rela dengan kedatangan pasukan Inggris dan Belanda tersebut. Belanda dan Sekutu pun tidak rela jika kekuasaan jatuh ke bangsa Indonesia karena mereka lah yang telah mengalahkan Jepang sehingga berhak mendapatkan kekuasaan mereka kembali atas negeri ini.

Konflik antara rakyat Indonesia dengan tentara Sekutu dan Belanda pun tak terhindarkan. Sekutu dan Belanda melakukan tindakan politik dengan berlindung pada organisasi sosial akhirnya berujung pada Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya.

Gencatan senjata pun diadakan antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris pada tanggal 29 Oktober 1945, keadaan berangsur-angsur mereda. Tetapi walau begitu tetap saja terjadi keributan antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya.

mobil mallabyBentrokan-bentrokan bersenjata dengan tentara Inggris di Surabaya, memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945. Mobil Buick yang sedang ditumpangi Brigjen Mallaby dicegat oleh sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Karena terjadi salah paham, maka terjadilah tembak menembak yang akhirnya membuat mobil jenderal Inggris itu meledak terkena tembakan. Mobil itu pun hangus.

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya (Mayor Jenderal Mansergh) mengeluarkan ultimatum yang merupakan penghinaan bagi para pejuang dan rakyat umumnya.

Dalam ultimatum itu disebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk.

Selain itu, banyak sekali organisasi perjuangan yang telah dibentuk masyarakat, termasuk di kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar. Badan-badan perjuangan itu telah muncul sebagai manifestasi tekad bersama untuk membela republik yang masih muda, untuk melucuti pasukanJepang, dan untuk menentang masuknya kembali kolonialisme Belanda (yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia).

Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan besar-besaran dan dahsyat sekali, dengan mengerahkan sekitar 30.000 serdadu (26.000 didatangkan dari Divisi ke-5 dengan dilengkapi 24 tank Sherman), 50 pesawat tempur, dan sejumlah besar kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dihujani bom, ditembaki secara membabi-buta dengan meriam dari laut dan darat. Ribuan penduduk menjadi korban, banyak yang meninggal dan lebih banyak lagi yang luka-luka. Tetapi, perlawanan pejuang-pejuang juga berkobar di seluruh kota, dengan bantuan
yang aktif dari penduduk.

tankPihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama’ serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) juga ada pelopor muda seperti Bung Tomo dan lainnya. Sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur.

Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris.

Naskah Pidato Bung Tomo

Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua
kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera puitih

tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana

hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya

Saudara-saudara kita semuanya
kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara inggris itu
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara inggris
ini jawaban kita
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian

hai tentara inggris
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita:
selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak
baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang
yang ingin merdeka

Dan untuk kita saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia. Perlawanan lain seperti di Jakarta, Bogor, Bandung sampai dengan aksi membakar kota 24 Maret 1946 dan Mohammad Toha meledakkan gudang amunisi Belanda, Palagan Ambarawa, Medan, Brastagi, Bangka dll. Perlawanan ini terus berlanjut baik dengan senjata maupun dengan negosiasi para pimpinan negeri seperti perjanjian Linggajati di Kuningan, perjanjian di atas kapal Renville, perjanjian Roem-Royen sampai akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda pada tahun 1949.

hari pahlawan

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itu hingga akhirnya momen 10 November dijadikan sebagai Hari Pahlawan.

Apa makna kata “pahlawan” ? menurut KBBI online, pahlawan = kb. orang yang pemberani dalam mengorbankan jiwa dan raga untuk membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

Peringatan hari pahlawan diadakan setiap tahun di Indonesia dengan berbagai kegiatan, namun apakah hal itu membuat bangsa ini lebih baik? atau meningkatkan nilai kepahlawanan di masyarakat? Mampukah melahirkan para pahlawan di zaman sekarang ini?

Kita tentu prihatin atas apa yang melanda kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia ini. Negeri dengan banyak suku bangsa, budaya, yang terpisah oleh bentuk kepulauan. Berbagai pemikiran, idiologi, pendapat, intrik, doktrin, propaganda, konspirasi meramaikan situasi. Kemerdekaan dari penjajahan bangsa lain yang tercapai dengan banyak sekali pengorbanan dan energi, bagaimana bangsa ini kini mengisinya?

Siapa yang telah melihat, bahwa bangsa ini telah mengisinya berbagai sisi, namun sisi negatif masih nampak jelas. Kemerdekaan oleh bangsa ini telah dinikmati untuk memuaskan hawa nafsu, pesta pora, bersenang-senang dan hura-hura. Juga memenuhi ambisi, berebut kekuasaan, berlomba menumpuk harta, kebebasan berekspresi tak peduli rusaknya moral dan dampak negatif sosial, demonstrasi melampiaskan amarah dan anarkis, kekerasan, kekacauan, kerusuhan dan teror, korupsi, kolusi dan manipulasi. Belum lagi kerusakan yang lebih parah yaitu kerusakan dan kejahatan yang mengatasnamakan agama, merubah dan menyelewengkan ajaran agama, dikira sebagai kebaikan namun sebenarnya kejahatan yang sangat besar bahaya kerusakannya. Terasa kering kehidupan bangsa ini, bencanapun tak jarang mengguncang negeri ini namun manusia tak juga menyadari.

Mana rasa syukur kita? dikatakan bahwa kemerdekaan ini adalah rahmat dari Allah Yang Maha Esa. Lalu bagaimana sikap bangsa ini kepada-Nya? Lupa, melupakan atau tak mau ingat? Sibuk terbuai dengan dunia seakan kan hidup selamanya dan banyak juga yang putus asa menghadapi kehidupan. Sedikit sekali mengingat-Nya, mempelajari dan mengamalkan petunjuk-Nya. Semangat sekali mempelajari dunia namun tak juga jaya dunia negeri ini.

Harapan kembali pada kita untuk instrospeksi, mengenali jati diri, bukan hanya sebagai bangsa namun sebagai manusia yang sedang menempuh perjalanan kembali pada Allah Tuhan Yang Maha Tinggi. Kembali pada petnjuk-Nya yang penuh kebaikan, cahaya kehidupan, cahaya langit dan bumi.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (lihat.QS.7.Al-A’raaf:96)

Semoga Allah -ta’ala- mengampuni kita, merahmati kita dan memberi kita hidayah-Nya.

About these ads
  1. bri
    13 November 2009 pukul 6:56 AM

    salam pagii warrraa wirii brii disinii..peace
    __aiooo banuunnn sob…semangat buat aktifitasnya__

    >>>>> jawab: salam hidup… trims ya.. semangat .. :)

  2. 13 November 2009 pukul 7:13 AM

    kalau mendengar pidato Bung Tomo, rasanya jiwa ini terbakar untuk menyumbang sesuatu buat negeri

    >>>>> jawab: … hebat yah Bung Tomo… ayo nyumbang dengan kebaikan…

  3. 13 November 2009 pukul 10:12 AM

    kalo Pahlawan yang sudah gugur bisa bangun lagi, Pasti sudah Nyentilin Rakyat Indonesia yang melupakan sejarah :mrgreen:

    >>>>> jawab: .. mungkin mereka malu atas apa yang dilakukan bangsa ini sekarang.. :(

  4. 13 November 2009 pukul 8:22 PM

    postingan yang baik kawan
    makasih y
    salam hangat selalu

    >>>>> jawab: ..komen yang baik juga :) .. terima kasih.. salam :)

  5. sns
    8 Februari 2010 pukul 10:38 AM

    negara yang besar negara yang menghargai jasa pahlawanya……ya bos

    Dan: …… iya, menghargainya dengan kebaikan ……

  6. nurmaaa chuUubby
    17 Februari 2010 pukul 12:40 AM

    agkUuuUUuUUuuuuu…bnr2 mWrindIng nIch..

    Dan: semoga pertanda pencerahan..

  7. 8 April 2010 pukul 10:31 AM

    Assalaamu’alaikum akhi/ukhti (sy tidak th antum laki2 at prmpuan…)
    Sebagai penduduk sby, jd tersanjung dengan postingan antum….
    Tmbh semangat !

    Dan : ..wa ‘alaikumussalaam ukhti, alhamdulillaah.. masya Allaah.. jazaakillaah khoiron…

  8. 8 April 2010 pukul 10:49 AM

    ups, afwan baru tau antum ikhwan….boleh tukeran link nih?

    Dan : .. :) dari nama kan sudah kelihatan ukhti… boleh.. silahkan.. terima kasih..

  9. Deni
    7 November 2010 pukul 8:04 PM

    Merdeka

    Dan : .. alhamdulillah ..

  10. aviv radwa
    9 Juni 2011 pukul 7:49 PM

    MERDEKA!!!!!!!!!!!

Comment pages
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: