Beranda > ISLAM > Cara Mengenal Nama dan Sifat-Nya

Cara Mengenal Nama dan Sifat-Nya

Sebagaimana pembahasan dahulu bahwa manusia tanpa petunjuk-Nya, tidak akan dapat mengenal Nama dan Sifat-Nya dengan sebenarnya karena manusia dengan ilmunya yang terbatas tidak dapat menjangkau ilmu-Nya. Manusia dengan akal dan inderanya saja paling hanya dapat mengetahui tentang adanya Allah yaitu melalui alam yang penuh keajaiban dan terkabulnya doa.

Maka satu-satunya cara untuk lebih mengenal-Nya adalah melalui petunjuk-Nya yang disampaikan melalui utusan-Nya, tentunya dengan pemahaman yang benar yakni pemahaman utusan tersebut dan para sahabat beliau, generasi pertama umat ini sebagai penerima langsung petunjuk tersebut bukan pemahaman dari kelompok –kelompok menyimpang yang datang kemudian.

Pemahaman yang benar yakni pemahaman rosul dan para shabat beliau adalah memahami dan mengimani Nama dan Sifat Allah sebagaimana adanya dalam petunjuk-Nya yaitu Al-Qur`an dan Al-Hadits tanpa merubah, mengganti, meniadakan, menolak, menanyakan / menyatakan bagaimananya, menyerupakan / menyamakan.

Dalam petunjuk-Nya, Allah menetapkan nama-nama dan sifat-sifat kesempurnaan bagi diri-Nya secara rinci dan menafikan sifat-sifat ketidaksempurnaan yang tidak layak bagi diri-Nya secara global. Sebagaimana tercantum dalam surat Asy Syuura [42.]:11 yang artinya:

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ (الشورى: 11).

… . Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

Nama Allah juga mengandung makna sifat-Nya, tetapi sifat Allah belum tentu menjadi Nama-Nya. Pertama, kita akan mempelajari Nama-Nya. Dengan mengetahuinya, kita akan dapat lebih tenang dan bahagia karena kita bisa lebih dekat kepada-Nya dan berdoa dengan menggunakan Nama-Nya. Sebagaimana disebut dalam ayat (Surat Al A’raaf [7.] : 180):

وَلِلَّهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا …… (الأعراف: 180).

Hanya milik Allah asmaa-ul husna[585], maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu ….

[585] Maksudnya: nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.

Dalam hadits juga disebutkan bahwa siapa yang menghitung 99 nama Allah, ia akan masuk surga. Maksudnya menghitung adalah mengetahuinya, mempelajarinya dengan hati, memahaminya, mengimaninya, taat dan beribadah dengannya, berdoa dengannya.

Dalam hadits yang lain disebutkan bahwa Nama-Nama Allah ada yang sudah diajarkan pada makhluk-Nya, ada yang sudah disampaikan melalui Kitab-Nya, dan ada yang ada yang belum. Jadi 99 Nama tersebut bukan merupakan jumlah totalnya. Demikian kesepakatan para ulama. Kita mengimani Nama Allah hanya dengan yang Allah sampaikan sendiri dalam petunjuk-Nya, bukan berdasarkan pendapat kita sendiri.

Para ulama telah menyampaikan hal ini pada kita dengan menjelaskan kaidah-kaidah agar kita dapat memahaminya dengan benar.

Semoga bisa bersambung….

About these ads
  1. 18 Oktober 2009 pukul 12:09 PM

    ### sebagian komentar di potong karena terlalu panjang dan OOT###

    Mohon maaf, mari kita berbagi pengetahuan. karena anda bertanya ke akar-akarnya berarti anda harus siap ber-filsafat….
    terima kasih….

    >>>>> jawab: :) Jadi komentar ini jawaban pertanyaan saya di blog Anda. Maaf saya potong tapi saya simpan di tempat lain.

    maaf, saya tidak bermaksud menyekik bagi Anda..
    smoga Allah -ta’ala- memberi kita hidayah-Nya.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: